Kamis, 13 Desember 2012

tetap kamu..

Aku lelah… tapi aku menikmatinya..
Aku bosan… tapi aku mengharapkannya..
Aku lelah saat senyum kita bertemu.. aku lelah jika harus menerka nerka demi mengartikan arti dibaliknya…
Aku lelah saat lengan kita bertemu dan biasa ku sebut peluk.. aku lelah jika harus terus mencari maksud dari pelukan itu…
Aku juga lelah saat setiap harinya kita bertemu.. aku lelah jika harus kembali ke kenyataan saat kita mulai terpisah kembali dan aku harus memendam rindu kembali…
Aku berjalan dalam ketidak pastian,dalam rasa yang entah akan terbalaskan atau tidak..
Aku bingung mencari alasan untuk tetap bertahan atau pergi...
Walaupun aku pilih bertahan.. sedikitpun tak pernah ada sikap yang berusaha meyakinkanku…
Dan jika aku harus pergi,aku takut sesal di kemudian hari yang akan menghampiriku karna aku tak berusaha memperjuangkan rasaku…
Kini.. untuk mengatakan aku rindu pun aku tak berhak:’)
Aku hanya dapat menunggu hingga tiba saatnya..
Saat angan dan harapku melebur bersama peluh dan air mata atau akan menjadi cerita cinta bahagia..
Saat dimana aku menerima kenyataan aku kan dipertahankan atau dihempaskan..
Saat semua yang ku impikan harus kurelakan memudar atau  menjadi kenyataan..
Ya! Menunggu.. menunggu hingga waktu yang entah sampai kapan
Menunggu dalam keadaan yang seakan menginginkanku pergi..
Menunggu sesosok yang sedikitpun tak menghiraukanku bahkan mangabaikan segala perhatianku..
Hahaha! Ya aku bodoh karna terus bertahan dalam keadaan ini tapi entah mengapa aku masih saja melakukannya ..
Entah apa yang membuatku ‘betah’ berlama lama menjadi bayang yang semu..
Sementara aku sadar diluar sana ada seseorang yang benar benar kau impikan kehadirannya..
Sesorang yang jauh kau kenal sebelum aku,seseorang yang telah lebih dulu mencuri segala perhatianmu..
Tuhan… entah apa yang ada di fikirkanku.. entah apa yang merasuki hatiku hingga aku terus berjalan hingga sejauh ini.. hingga sekompleks ini...
Hingga harapku tak juga menemui ujung.. hingga semnya terlalu rumit untuk ku banyangkan..
Sebelum mengenalnya tak pernah kurasakan bahwa rindu se miris ini..
Sebelum mengenalnya tak pernah kurasakan hangatnya celah jemari yang terisi..
Dan sebelum mengenalnya juga tak pernah aku temui alas an untuk tersenyum setiap paginya..
Tuhan………………………………………………………
Jangan biarkan aku terus memendam segalanya hingga menyesakkan dadaku..
Jangan biarkan jantungku terus terpompa saat aku bertemu dengan orang yang salah..
Jangan biarkan otakku bekerja sangat keras untuk merangkai kata yag indah saat berhadapan dengannya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar